Bookmark & Share

Halaman muka blog atau yang lebih populer disebut sebagai frontpage atau homepage adalah halaman yang sangat penting. Karena berada pada posisi teratas dalam hirarki atau struktur sitemap, maka frontpage akan menjadi halaman yang pertama kali terbuka saat pengunjung membuka alamat blog anda. Mengingat begitu krusialnya peran dari frontpage ini maka diperlukan teknik khusus bagaimana menyusun sebuah frontpage blog. Memang harus diakui bahwa pembuatan frontpage akan berbeda bagi setiap blog atau orang.
Misalkan sebuah personal blog tempat corat -coret dan knowledge sharing tentu akan berbeda dengan personal blog yang ditujukan untuk kegiatan komersil seperti google AdSense atau program afiliasi lain.Dalam postingan kali ini saya akan mengajak anda untuk melihat opsi tampilan frontpage blog yang umum dipergunakan dan alasan untuk menggunakanya.

Oke sebelum menuju pada pokok penjelasan sekali lagi ingin saya tekankan pentingnya sebuah frontpage. Dari sebuah frontpage seharusnya pengunjung telah tahu isi dari blog tersebut sehingga  navigasi yang jelas dan mudah digunakan serta tidak menyesatkan pengunjug ( pengunjung tahu dihalaman mana ia berada ) harus ada dalam blog anda. Alasan kuat yang lain adalah bahwa frontpage akan menampilkan kontent terbaru dari  blog anda.

3 tampilan frontpage yang umum digunakan

1. Full Post

Model ini menampilkan artikel dalam bentuk menyeluruh. Seluruh artikel ditampilkan dari judul hingga akhir tanpa ada potongan atau sambungan kedalam halaman lain. Beberapa tahun lalu metode ini paling banyak dipergunakan. Saya tidak ingin mengatakan bahwa metode ini telah usang, faktanya model Full post ini masih layak dipergunakan jika anda menginginkan :

1. Pengunjung blog anda dapat membaca seluruh artikel tanpa harus membuka halaman lain.

2. Artikel yang anda buat memiliki jumlah karakter yang tidak terlalu banyak ( artikel pendek )

3. Membaca lanjutan artikel anda dalam halaman yang lain berpotensi menghilangkan minat baca pengunjung, sehingga ide yang ingin disampaikan melalui artikel anda tidak menemui sasaran.

Sayangnya dengan model yang seperti ini pengunjung blog anda harus bersusah payah menggulung scroll untuk melihat artikel sebelumnya.

Tips :

Jika menggunakan model seperti ini usahakan dalam frontpage memuat tidak lebih dari 3 judul artikel atau disesuaikan dengan jumlah karakter per artikel. Hitungan mudahnya panjang artikel di dalam frontpage tidak melebih 3 kali tinggi monitor anda.

2. Excerpts Post

Model ini menjadi model yang sedang tren saat ini. Secara default wrodpress telah menyediakan fitur ini akan tetapi anda juga dapat membuat script excerpts sesuai keinginan anda.  Excerpts post tidak menampilkan artikel dalam bentuk potongan atau rangkuman. Sering kali hal ini membingungkan. Faktanya bahwa excerpts adalah bagian terpisah dari sebuah artikel. Ia merupakan kutipan atau kalimat singkat yang menggambarkan isi artikel. [ The manual Excerpt in WordPress: What, why, how, tips and plugins ]

Keuntungan menggunakan excerpts :

1. Konten Frontpage menjadi lebih pendek karena artikel ditampilkan dalam bentuk kutipan.

2. Pengunjung dapat melihat isi blog anda lebih banyak.

3. Desain tampilan menjadi lebih personalized karena anda dapt mengatur panjang excerpts.

4. Tidak terjadi duplikasi konten sehingga kemungkinan blog anda terkena penalti dari search engine seperti google akan menjadi sangat kecil

3. Magazine Style Post

Opsi lain yang dapat dipergunakan adalah magazine style post, layaknya sebuah majalah, artikel ditampilkan dalam kategory-kategory tertentu. Kontent seperti ini biasanya dipergunakan oleh portal web yang beris berita-berita terkini tentang berbagai hal yang terkategori.

Tutorial membuat layout front page

Untuk menutup postingan saya, berikut ini merupakanwebsite yang dapat dijadikan referensi bagi anda yang ingin menjadikan frontpage blognya lebih efisien dan efektif.

About these ads